Aktivitas

Selama tiga tahun terakhir, pengembangan yang tidak seimbang membuat pergeseran penduduk di kota dan daerah suburban. Perencanaan sistem transportasi yang kurang memadai dan lambatnya pertumbuhan infrastruktur tidak mampu mengakomodasi pertambahan volume jalanan, baik di Jakarta dan sekitarnya. Pertumbuhan yang tidak seimbang ini membuat kembalinya masyarakat kelas menengah dari daerah suburban ke tengah kota karena mereka ingin memangkas waktu tempuh ke tempat kerja, mengurangi biaya transportasi dengan efisiensi bahan bakar, dan menghindari stres di jalanan. Keterbatasan lapangan pekerjaan di kawasan suburban turut mendorong kepindahan ini, khususnya ke kawasan di tengah kota.

Restrukturisasi rencana pengembangan kota akan menimbulkan sejumlah keuntungan yang bisa meningkatkan produktifitas dan efisiensi. Di kota-kota dunia, hunian mewah, seperti kondominium, apartemen, flat, dan hotel telah menjadi alternatif yang populer untuk menjaga agar masyarakat berada di kawasan yang dekat dengan daerah ekonomi dan bisnis, dengan demikian mengurangi kebutuhan untuk bepergian. Selain itu, hal ini akan meningkatkan efisiensi penggunaan lahan, pengembangan hunian vertikal memenuhi kebutuhan para komuter akan penghematan biaya dan waktu untuk perjalanan. Dengan memilih untuk tinggal di tipe hunian seperti ini, seseorang dapat memberikan lebih banyak waktu dan tenaganya untuk bekerja dibanding untuk di jalan.

Saat konsep hunian vertikal semakin diterima oleh masyarakat Jakarta, super dan megablok menjadi pilihan, dengan menghubungkan kawasan hunian dengan kawasan bisnis, pusat belanja, hiburan, dan rekreasi, sesuai dengan gaya hidup masa kini yang serba praktis dari masyarakat kelas menengah dan atas.Pertumbuhan kota yang tak terkendali juga membawa masalah yang rumit di bidang perumahan. Dengan “back to the city” semakin dikenal luas, fasilitas dan kenyamanan yang ditawarkan unit-unit apartemen menarik segmen lain dari masyarakat, yaitu masyarakat kelas menengah. Meningkatnya minat pasar berarti lebih banyak pembangunan unit apartemen yang harus diiringi sistem transportasi yang lebih baik dengan mobilitas lebih tinggi dan lebih terjangkau bagi masyarakat kelas menengah.

Menyadari kecenderungan gaya hidup masa kini dan sejalan dengan gerakan pemerintah untuk menyediakan tempat tinggal di lahan yang kian terbatas, KSM secara aktif mempromosikan program “back to the city” dengan terus mengembangkan proyek-proyek hunian vertikal di kawasan tengah kota Jakarta. Dengan menciptakan rasa nyaman, aman, dan melengkapi hunian dengan fasilitas lingkungan, KSM menyediakan pilihan bagi masyarakat untuk kehidupan yang penuh dan efektif.

December 2017
M T W T F S S
     
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031